Senin, 31 Desember 2012

PBL Blok 3: Pembelahan Sel pada Petumbuhan dan Pekembangan Tubuh Manusia


Abstrak
Tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang tidak terlepas dari proses pembelahan sel. Sel sendiri adalah unit kehidupan struktural dan fungsional terkecil dari tubuh. Menurut sifat dan letak terjadinya pembelahan, pembelahan sel dibagi menjadi dua, yaitu mitosis dan meiosis. Mitosis adalah proses pembelahan sel somatik (sel tubuh), sementara meiosis adalah proses pembelahan sel gamet (sel kelamin). Pada mitosis terdapat siklus sel yang terdiri dari empat fase. Tiga fase pertama merupakan interfase (G1, S, G2 – G0) dan fase yang keempat adalah fase mitosis (profase, metafase, anafase, dan telofase). Sementara itu, fase-fase meiosis adalah sebagai berikut: interfase, meiosis I (profase I, metafase I, anafase I, dan telofase I), interkinase, dan yang terakhir adalah meiosis II (profase II, matafase II, anafase II, dan telofase II).
Kata kunci: mitosis, meiosis

Abstract
The human body growth and development are inseparable from the process of cell division. Cell itself is a structural and functional unit o life from the smallest body. According to its nature and location of the divisin, cell division is divided into two, there are mitosis and meiosis. Mitosis is the divisin f somatic cells (body cells), while meiosis is the process of cell division of gametes (sex cells). In mitosis there is  cell cycle that consist of four phases. The first three phase are interphase (G1, S, G2  G0) and the gourth phase is the phase of mitosis (prophase, metaphase, anaphase, and telophase). Meanwhile, the phases of meiosis are: meiosis I (prophase I, metaphase I, anaphase I, and telophase I), intrkinase, and the last is meiosis II (prophase II, metaphase II, anaphase II, and telophase II).
Keywords: mitosis, meiosis

Pendahuluan
Kita semua tentu menyadari bahwa tubuh kita bertambah besar dan tinggi, beberapa bagian dari tubuh kita mengalami perubahan (misalnya rambut dan kuku yang bertambah panjang), selain itu kita juga mengalami proses kematangan sel kelamin. Hal-hal tersebut sering disebut dengan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tubuh manusia. Akan tetapi, mengapa hal tersebut dapat terjadi? Mengapa rambut dan kuku kita bisa bertambah panjang? Mengapa tinggi badan kita berubah dari waktu ke waktu? Dan mengapa sel ovum dan sel sperma kita dapat mencapai kematangan?
Semua hal tersebut dapat terjadi karena adanya proses pembelahan sel. Menurut sifat dan letak terjadinya pembelahan, pembelahan sel dibagi menjadi dua, yaitu mitosis dan meiosis. Mitosis adalah proses pembelahan sel somatik (sel tubuh), sementara meiosis adalah proses pembelahan sel gamet (sel kelamin). Baik fungsi, fase-fase, dan perbedaan dari kedua jenis pembelahan sel akan dibahas secara lengkap pada pembahasan dibawah ini. Diharapkan dengan adanya pembahasan ini, mahasiswa mampu mengetahui proses pembelahan sel yang terjadi pda tubuh manusia, mampu menjelaskan proses mitosis dan meiosis, serta dapat menjeaskan perbedaan proses mitosis dan meiosis.




Pembahasan
1.      Sel dan Pembelahan Sel
Sel adaah unit kehidupan strukural dan fungsional terkecil dari tubuh.1 Bisa dikatakan bahwa sel adalah fondasi dari suatu kehidupan. Sekelompok sel yang memiliki fungsi yang sama akan bergabung untuk membentuk jaringan. Jaringan-jaringan yang sama akan bergabung membangun suatu organ, dan kemudian organ-orang tersebut akan menyusun suatu individu.
Di dalam tubuh manusia terdapat miliaran sel. Jumlah sel dalam tubuh manusia tersebut diatur oleh pembelahan sel dan kematian sel. Pada manusia, seluruh sel membelah untuk memperbanyak jumlahnya, kecuali pada sel testis dan ovarium.2 Melaui proses pembelahan sel inilah, tubuh akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Misalnya saja, bertambah tinggi, kuku dan rambut bertambah panjang, mencapai kematangan fungsi organisme, dsb. Bukan hanya itu, pembelahan sel juga memiliki peran dalam memperbaiki jaringan-jaringan yang rusak.
Menurut sifat dan letak terjadinya pembelahan, pembelahan sel dibagi menjadi dua, yaitu mitosis dan meiosis. Mitsis adalah proses pembelahan sel somatik (sel tubuh), sementara meiosis adalah proses pembelahan sel gamet (sel kelamin) yang berupa sperma dan ovum.3 Kedua macam pembelahan tersebut memiiki fase-fase pembelahan meliputi profase, metafase, anafase, dan juga telofase.  

2.      Mitosis
Mitosis dapat diartikan sebagai pembelahan normal sel tubuh (sel somatis) untuk membentuk sel anakan yang masing-masing mempunyai komplemen kromosom yang sama dengan sel orangtua.4 Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dilihat bahwa proses pembelahan mitosis terjadi pada kebanyakan sel tubuh. Dalam mitosis, satu sel induk (sel yang membelah) akan menghasilkan dua sel anakan (turunan) yang secara genetik identik.3 Jika sel induk yang membelah mengandung kromosom diploid (2n), sel anakan yang dihasilkan dari pembelahan tersebut juga diploid (2n).
Pembelahan mitosis pada makhluk hidup bersel banyak seperti pada manusia bertujuan agar terjadi proses pertumbuhan pada tubuh manusia serta untuk mengganti sel-sel yang rusak. Dengan pembelahan mitosis, seseorang dapat bertambah tinggi, kuku-kuku jari mereka bertambah panjang, rambut mereka juga bertambah panjang, dll. Apabila kulit manusia terluka, maka sel-sel pada jaringan yang terluka itu akan melakukan pembelahan untuk memperbaiki jaringan yang rusak.
2.1  Siklus Sel
Siklus sel mengacu pada kejadian-kejadian dalam rentang kehidupan sel di periode antara waktu sel tersebut terbentuk melalui pembelahan sel sampai waktu permulaan pembelahan sel berikutnya.1 Siklus sel terdiri dari empat fase (Gbr. 1), yaitu tiga fase pertama merupakan interfase (sebagian besar sel menghabiskan waktunya pada fase ini) dan fase yang keempat adalah fase mitosis (fase ini sangat singkat).5


Gambar 1. Siklus Sel5
Interfase sendiri masih terdiri dari tiga tahap standar yaitu G1, S, dan G2 (G0 adalah tahap keempatnya). Sama halnya dengan interfase, mitosis pun masih terbagi lagi dalam beberapa tahapan. Namun untuk mitosis terdapat empat tahapan, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Durasi untuk tiap-tiap fase atau tahapan tersebut bervariasi, tergantung pada jenis selnya. Misalnya saja sel darah merah mengalami sikus se selama 120 hari, ini jauh berbeda dengan sel sumsum tulang yang hanya mengalami siklus sel selama 10-18 jam.2
2.2  Fase Interfase


Sel dikatakan berada pada tahap interfase apabila sedang tidak aktif membelah. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, terdapat 3 tahap standar pada interfase. Ketiga tahap standar itu adalah G1, S, dan G2. Tahap keempat pada interfase disebut dengan tahap G0, yang mengacu pada tahap istirahat khusus.6 Secara keseluruhan, bentuk sel yang berada pada fase interfasi dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Interfase1

Fase G1 (gap 1) adalah tahap persiapan sel untuk melakukan replikasi DNA dengan mensintesis protein baru dan mengaktifkan komponen sitoskeleton (mikrotubulus, filament intermediet, dan mikrofilamen).6 Secara metabolik dapat dikatakan bahwa sel sangat aktif karena semua komponen sel disintesis dan sel tumbuh dengan cepat. Perlu diingat bahwa pada tahap ini, di dalam nucleus setiap kromosom merupakan dobel heliks DNA tunggal yang belum tereplikasi.1 Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa DNA yang ada masih berjumlah 1 salinan (1c) dan diploid (2n).
Fase S (sintesis) merupakan tahap dimana sel mulai melakukan replikasi (duplikasi) DNA. Dengan demikian, pada setiap kromosom akan berisi dua dobel heliks DNA identik yang disebut kromatid, menyatu pada sentromer.1 Dapat disimpulkan bahwa hasil dari tahapan ini adalah terbentuknya 2 salinan DNA yang diploid (2c, 2n).
Fase G2 (gap 2) merupakan periode yang dapat dikatakan sangat penting dalam metabolisme dan pertumbuhan sel sebelum mengalami mitosis. Karena pada tahap ini, sel memiliki kesempatan kedua untuk mengentikan tahap siklus sel apabila terjadi kesalahan dalam replikasi DNA, dengan melakukan perbaikan atau pemberian rangsangan untuk mengalami apoptosis (kematian sel terprogram).6 Pada fase ini, dapat dilihat bahwa kromosom belum mengalami penebalan dan masih dalam bentuk panjang, sementara sentriol mulai membelah dan spindel yang dihasilkan dari mikrotubulus mulai terbentuk untuk persiapan pembelahan.1 Tahapan terakhir yang masih tergolong dari tahap interfase adalah G0. Tahapan ini dapat disebut sebagai tahap istirahat. Apabila sel mendapat rangsangan untuk melewati tahap G0, sel tersebut akan maju ke tahap lain, bila tidak demikian, maka sel akan tetap berada pada tahap G0.6
2.3  Fase Mitosis
Fase mitosis (M), adalah tahap pembelahan sel yang membutuhkan proses yang jauh lebih singkat daripada interfase.6 Waktu yang diperlukan pada fase M ini adalah sekitar 30 menit hingga 1 jam.7 Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, fase M terbagi kembali kedalam empat fase. Keempat fase tersebut adalah profase, metafase, anafase, dan profase.
2.3.1        Profase
Pada tahap awal profase, kromsom yang sebelumnya telah bereplikasi akan berkondensasi (menjadi lebih pendek dan lebih tebal dengan cara penggulungan serat DNA) menjadi dua kromatid yang bergabung pada sentromer.2 Dengan menebalnya kromosom, maka kromosom menjadi pilinan yang kuat dan besar serta menjadi mudah terlihat di mikroskop. Kemudian, pasangan sentriol akan berpisah dan mulai bergerk ke sisi nukleus yang berlawanan, dan apabila telah sampai di sisi nukleus, sentriol akan membentuk benang-benang spindel.1 Untuk mempermudah, mari kita lihat gambar 3.

Gambar 3. Tahap Awal Profase1
           
Selanjutnya adalah tahap akhir profase, dimana nukleolus melebur dan membran nukleus menghilang, sehingga memungkinkan benang-benang spindel memasuki nukleus. Mikrotubulus yang muncul dari kinektokor  (bagian kromosom yang merupakan tempat pelekatan benang-benang spindel selama pembelahan inti – struktur pada sentromer), dapat berinteraksi dengan benang spindel.1

Gambar 4. Tahap Akhir Profase1

2.3.2        Metafase
Metafase adalah tahap dimana kromosom yang secara jelas tampak menjadi dua set pasangan berada di tengah-tengah sel (bidang ekuator).6 Sentromer pada semua kromosom akan saling berikatan dengan benang spindel untuk kemudian ditarik ke masing-masing kutub. Kinektokor memisah dan kromatid mulai bergerak menjauh.1 Gambaran mengenai tahap metafase dapat dilihat pada gambar 5.

Gambar 5. Metafase1




2.3.3        Anafase
Anafase adalah tahap dimana mikrotubulus mulai menarik pasangan kromosom agar terpisah (menuju salah satu kutub sentriol dan kutub sentriol yang lainnya).6 Pergerakan ini dapat terjadi karena pemendekan dan pemanjangan mikrotubulus yang membentuk spindel.2 Akhir anafase ditandai dengan adanya dua set kromosom lengkap yang berkumpul pada kedua kutub sel.1

Gambar 6. Anafase1

2.3.4        Telofase
Pada tahap telofase, pada ujung-unjung sel terdapat masing-masing satu set kromosom lengkap.2 Kromosom mulai merenggang dan kembali menjadi masa kromatin. Dengan demikian, dua nukleus kembali terbentuk, diikuti dengan melebur dan terurainya kromosom serta terbentuknya membran nukleus dan terbentuknya kembali nukleolus. Pada akhirnya, sel akan mengalami sitokinesis yaitu pembelahan sitoplasma. Pembelahan sitoplasma berada tepat di pertengah masa kromosom, lalu berlanjut di sekitar sel hingga akhirnya membelah sel tersebut menjadi dua sel terpisah.
            
Gambar 7. Telofase2

3.      Meiosis
Meiosis adalah pembelahan sel yang terjadi dalam pembentukan sel-sel kelamin (sel telur dan sperma).1 Berbeda dengan mitosis, jumlah kromosom sel hasil pembelahan adalah setengah dari sel induknya (n = haploid). Pembelahan meiosis ini memiliki tujuan untuk menghasilkan sel telur maupun sel sperma yang matang.
Meiosis melibatkan replikasi DNA dalam sel serta diikuti dua kali pembelahan sel (meiosis I dan meiosis II). Nantinya, akan terbentuk empat sel anakan yang masing-masing memiliki 23 kromosom. Pada pria, keempat sel anak aan hidup dan berdiferensiasi menjadi sperma matang. Sementara pada wanita, hanya akan ada satu sel anakan yang hidup dan menjadi sel telur yang matang. Apabila sel sperma dan sel telur bertemu, maka akan dihasilkan embrio dengan kromosom total 46 (23 pasang kromosom).6
Fase-fase meiosis adalah sebagai berikut: interfase, meiosis I (profase I, metafase I, anafase I, dan telofase I), interkinase, dan yang terakhir adalah meiosi II (profase II, matafase II, anafase II, dan telofase II). Fase-fase tersebut sedikit berbeda dari fase-fase pada pembelahan mitosis.



3.1  Interfase
Pada interfase, sel berada pada tahap persiapan untuk melakuan pembelahan. Sama seperti pada interfase mitosis, persiapan yng dimaksud adalah proses sintesis protein dan replikasi DNA. DNA akan direplikasi dari satu salinan menjadi dua salinan. Sel yang akan membelah mereplikasi DNA di setiap kromosomnya sehingga terbentuk dua kromatid yang bergabung pada sentromer (kromosom homolog).1,2

Gambar 8. Interfase Meiosis1

3.2  Meiosis I
3.2.1        Profase I8
Tahap profase I adalah tahap yang cukup panjang karena masih dibagi menjadi lima sub tahapan, yaitu leptoten, zigoten, pakiten, diploten dan diakinesis. Leptoten adalah tahap dimana kromatin menjadi kromosom yang mengalami kondensasi dan terlihat sebagai benang tunggal yang panjang. Pada tahap zigoten, kromosom homolog akan saling berdekatan dan berpasangan atau sering disebut “melakukan sinapsis”.
            Di tahapan pakiten, tiap kromosom akan melakukan replikasi menjadi dua kromatid dengan sentromer yang masih tetap menyatu. Tiap kromosom yang berpasangan mengandung empat kromatid disebut dengan tetrad atau bivalen. Selanjutnya adalah tahap diploten dimana kromosom homolog terlihat saling menjauhi. Saat kromosom homolog saing menjauh, terjadi pelekatan berbentuk X di tempat tertetu pada kromosom yang disebut kiasma (jamak: kiasmata). Kiasma adalah bentuk persilangan dua dari empat kromatid suatu kromosom dengan pasangan kromosom homolognya. Selain itu, kiasma juga merupakan tempat terjadinya peristiwa pindah silang (crossing over). Melalui pindah silang itulah tercipta keanekaragaan makhluk hidup.
            Tahapan terkahir adalah diakinesis. Pada tahapan ini akan terbentuk benang-benang spindel dari pergerakan dua sentriol kearah kutub yang berlawanan. Tahapn diakinesis ini diakhiri dengan menghilangnya nukleolus dan hancurnya selaput inti serta tetrad yang mulai bergerak ke bidang ekuator. 


Gambar 9. Profase I (Diakinesis)1

3.2.2        Metafase I1
Tertad atau bivalen kromosom berada pada bidang ekuator. Kedua kromatid dalam satu kromosom pada setiap pasangan kromosom homolog menghadap ke kutub sel yang sama, sehingga sisanya menghadap ke kutub yang berlawanan. Benang-benang spindel melekat pada sentromer setiap kromosom. Pada tahap ini, terdapat perbedaan dengan pembelahan mitosis. Untuk metafase I, sentromer tidak mengalami pembelahan.

Gambar 10. Metafase I1

3.2.3        Anafase I1,8
Pada anafase I, setiap kromosom yang homolog masing-masing mulai ditarik oleh benang spindel menuju ke kutub yang berlawanan arah. Dengan demikian, didapati bahwa satu kelompok kromosom haploid (n) telah tersusun disetiap kutub. Hal tersebut sesuai dengan tujuan dari anafase yaitu untuk membagi isi kromosom diplod menjadi haploid.

Gambar 11. Anafase I1

3.2.4        Telofase I1
Pada dasarnya tahapan ini sama seperti telofase mitosis. Seperti dalam pembelahan itosis, tefase membalik peristiwa yang terjadi daam profase. Kromosom akan melebur, membrane nukleus akan terbentuk begitu juga dengan nucleolus, benang spindel pun akan terurai. Pada akhirnya sitokinesis akan terjadi dan kedua sel akan terpisah.

3.3  Interkinesis8
Interkinesis adalah tahap di antara dua pembelahan meiosis. Pada tahap ini tetap terjadi sintesis protein namun tidak terjadi replikasi DNA. Perlu diingat kembali bahwa hasil dari pembelahan meiosis I menghasilkan dua sel anakan yang haploid (n) namun masih berisi sepasang kromatid yang mengartikan bahwa kandungan DNAnya masih rangkat (2c). oleh karena itu, akan dilakukan pembelahan meiosis II yang bertujuan unuk membagi kedua salinan tersebut pada sel anakan yang baru.

3.4  Meiosis II1
Pada meiosis II, terdapat empat tahap yang sama dengan meiosis I. Tahap yang pertama adalah profase I. Pada tahap ini peristiwa yang terjadi sama dengan peristiwa pada profase mitosis. Sentriol akan memisah dan bergerak ke kutub yang berlawanan, dan mikrotubulus dari setiap sentromer melekat pada benang dari sentriol di kutub berlawanan.
Tahap yang kedua adalah metafase II. pada tahap ini, kromatid berbaris ada bidang ekuator sel. Kromatid yang ada tersusun berpasangan namun tidak lagi dalam bentuk tetrad melainkan disebut dengan dyad. Tahap berikutnya adalah anafase II, pada tahap ini sentromer membelah dan kromatid terpisah menjadi kromosom. Berbeda dengan pembelahan mitsis, kromatid yang terpisah tidak identik secara genetic akibat persilangan atau kombinasi ulang. Pada akhirnya, sel akan memasuki tahapan akhir yang disebut telofase II. Di telofase II, membrane nukleus terbentuk kembali, kromosom melebur, dan terjadi sitokinesis. Sel yang dihasilkan akan bersifat haploid.



Gambar 14. Meiosis II1




4.      Perbedaan Mitosis dan Meiosis
Tabel 1. Perbedaan Mitosis dan Meiosis2
Sifat
Mitsosis
Meiosis
Jumlah pembelahan inti
Satu
Dua
Jumlah total sel saat selesai pembelahan
Dua
Empat
Jumlah kromosom (n)
2n dengan jumlah kromosom sama seperti sel induk (manusia 46)
1n dengan jumlah kromosom setengah dari sel induk (manusia 23)
Jenis sel
Sel tubuh (sel somatik)
Sel kelamin (sel gamet)
Kejadian pada manusia
Seumur hidup
Setelah pubertas
Fungsi
Pemeliharaan dan perbaikan sel, pertumbuhan, dan menghasilkan sel-sel yang secara genetik identik
Produksi sel telur dan sl seperma, serta memungkinkan terjadi rekombinasi genetik

5.      Pembahasan Kasus
Kasus yang didapat pada kesempatan kali ini adalah sebagai berikut: pelajaran di sekolah hari ini tentang bagaimana pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tubuh manusia. Novi dan teman-temannya mendapat tugas untuk mengamati mengapa rambut, kuku dan bagian tubuh lainnya dapat mengalami pertubuhan dan perkembangan. Apakah hubungannya dengan proses pembelahan sel yang terjadi di dalam tubuh.
Pertama-tama kita harus mengerti bahwa unit terkecil dari penyusun tubuh manusia adalah sel. Pada diri tiap-tiap manusia terdapat miliaran sel yang jumlahnya diatur oleh pembelahan dan kematian sel. Melalui proses pembelahan sel inilah, tubuh akan mengalami proses pertubuhan dan perkembangan. Misalnya saja kuku dan rambut yang bertambah panjang. Sebenarnya, selain mengambil andil dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh, pembelahan sel juga berperan dalam memperbaiki jaringan-jaringan yang rusak.
Berdasarkan sifat dan letak terjadinya pembelahan, pembelahan sel dibagi menjadi dua, yaitu mitosis dan meiosis. Seluruh penjelasan mengenai pembelahan mitosis dan meiosis telah dibahas sebelumnya. Lewat mitosis dan meiosis inilah, tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. 

Kesimpulan
Sel adalah unit kehidupan strukural dan fungsional terkecil dari tubuh.1 Pada dasarnya, unit terkecil yang menyusun tubuh manusia adalah sel. Di dalam tubuh manusia terdapat miliaran sel dengan jumlah yang diatur oleh pembelahan sel dan kematian sel. Melaui proses pembelahan sel inilah, tubuh akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Misalnya saja, bertambah tinggi, kuku dan rambut bertambah panjang, mencapai kematangan fungsi organisme, dsb. Bukan hanya itu, pembelahan sel juga memiliki peran dalam memperbaiki jaringan-jaringan yang rusak.
Menurut sifat dan letak terjadinya pembelahan, pembelahan sel dibagi menjadi dua, yaitu mitosis dan meiosis. Mitosis dapat diartikan sebagai pembelahan normal sel tubuh (sel somatis) untuk membentuk sel anakan yang masing-masing mempunyai komplemen kromosom yang sama dengan sel orangtua.4 Jika sel induk yang membelah mengandung kromosom diploid (2n), sel anakan yang dihasilkan dari pembelahan tersebut juga diploid (2n). Sementara itu meiosis adalah pembelahan sel yang terjad dalam pembentukan sel-sel kelamin (sel telur dan sperma).1 Berbeda dengan mitosis, jumlah kromosom sel hasil pembelahan adalah setengah dari sel induknya (n = haploid).
Pada mitosis terdapat siklus sel yang terdiri dari empat fase. Tiga fase pertama merupakan interfase (G1, S, G2 – G0) dan fase yang keempat adalah fase mitosis (profase, metafase, anafase, dan telofase). Sementara itu, fase-fase meiosis adalah sebagai berikut: interfase, meiosis I (profase I, metafase I, anafase I, dan telofase I), interkinase, dan yang terakhir adalah meiosi II (profase II, matafase II, anafase II, dan telofase II).

Daftar Pustaka
1.      Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2004.
2.      James J, Baker C, Swain H. Prinsip-prinsip sains untuk keperawatan. Jakarta: Penerbit Erlangga; 2011.h 88-90.
3.      Kliegman B, Nelson A. Ilmu kesehatan anak Nelson. Edisi 15 (1). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2000.h 391.
4.      Dokter dan Ahli di WebMD. Kamus kedokteran webster’s new world. Edisi 3. Jakarta: PT Indeks; 2010.
5.      Marks DB, Marks AD, Smith CM. Biokimia kedokteran dasar: sebuah pendekatan klinis. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2000.h 166-7.
6.      Corwin JE. Buku saku patofisiologi. Edisi 3. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2009.h 43-6.
7.      Otto SE. Buku saku keperawatan onkologi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2005.h 8.
8.      Aryulina D, Muslim C, Manaf S, Winarni EW. Biologi SMA dan MA untuk kelas XII. Jakarta: Penerbit Erlangga;2009.h 111-2.

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar