[K-Drama] Flower Boy Next Door (2013)

Go Dok Mi adalah seorang gadis yang tidak pernah berani menginjakkan kakinya di dunia luar. Satu-satunya tempat yang menurutnya aman dan nyaman adalah apartemennya sendiri.

[K-Drama] That Winter, The Wind Blows (2013)

Oh Young (Song Hye Kyo) adalah seorang gadis buta yang hidup penuh dengan harta kekayaan namun merasa kesepian. Tidak ada seorang pun yang dapat ia percayai, terutama ibu tirinya.

Foto-Foto Park Yoochun (Micky Yoochun)

Berikut Ini adalah Koleksi Foto-Foto dari Bintang Ternama Korea "Park Yoochun (Micky Yoochun)".

[K-Drama] Cheongdamdong Alice (2012)

Han Se Kyung adalah seorang designer yang berbakat namun ia terbentur latar belakang pendidikan. Karena ia hanya berkuliah di dalam negeri, banyak perusahan-perusahaan terkemuka yang menolaknya.

[K-Drama] 7th Grade Civil Servant (2013)

A romantic comedy about a spy couple who hides their true identity from each other and at the same time illustrates about the love, friendship and internal department conflicts.

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 April 2013

Renungan: Live Without God



Bacaan  : Pengkotbah 2:24-26
Nas         : Pengkotbah 2:25

”Sebab siapakah yang dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia?”

Ada sebuah kisah tentang seorang buta dan anjingnya. Orang buta itu setiap hari selalu berjalan-jalan di taman bersama dengan anjingnya. Karena anjingnya, orang buta itu tidak pernah terjatuh ataupun menabrak sesuatu. Orang buta itu bisa dengan santainya berjalan-jalan di taman, karena anjingnya menuntunya.
Tidak lama kemudian, anjing itu mati. Orang buta itu pun mencoba berjalan-jalan di taman tanpa bantuan anjingnya. Akan tetapi, baru berjalan beberapa langkah, orang buta itu sudah berkali-kali terjatuh.
Seperti itulah kehidupan kita dengan dan tanpa Tuhan. Ketika kita memberi diri kepada Tuhan dan hidup dalam Dia, pasti hidup kita akan selalu aman dan tentram, ”nikmat”. Apabila kita terjatuh, Tuhan dengan sigapnya akan menolong kita. Tetapi sebaliknya, jika kita hidup diluar Tuhan dan tidak mau mengandalkan Dia, pasti hidup kita menjadi berantakan. Kita akan merasakan sakitnya terjatuh tanpa ada yang menolong kita.
Bagaimana dengan kamu? Apakah saat ini kamu sedang hidup di dalam Tuhan, atau justru sedang hidup di luar Tuhan? Hiduplah selalu di dalam Tuhan. Berikan hidupmu seutuhnya untuk dituntun oleh Tuhan.
Ingat, di luar Dia, kita tidak akan mendapatkan hidup yang aman dan nikmat. Di luar Tuhan, tidak ada damai sejahtera dan tidak ada sukacita. Jangan pernah biarkan dirimu tidak dituntun oleh Allah.

Doa : Tuhan, kami rindu hidup di dalamMu. Kami rindu Engkau menuntun langkah kami. Jadikanlah hidup kami penuh dengan damai dan kenikmatan, yang hanya dari Engkau saja. Amin...

Renungan: Tunduk Pada Orangtua



Bacaan  : Efesus 6
Nas         : Efesus 6:1

”Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.”

”Ma... ngerti nggak sih, aku itu banyak kerjaan. Jangan nyuruh aku terus-terusan donk.” Kata-kata seperti itu kerap kali kita ucapkan pada Mama atau Papa kita, ketika mereka memberikan kita tugas untuk dikerjakan. Kita lebih sering membantah dari pada berkata ”iya”.
Parahnya lagi, sekarang ini banyak kasus yang mengatakan bahwa anak-anak tidak lagi takut pada orangtua. Justru orangtua yang takut dengan anak-anaknya. Jelas saja. Misalnya, ketika diberi tugas untuk membersihkan rumah, si anak langsung ngomel-ngomel, ”Mama ini! Kan ada pembantu! Aku ini anak Mama bukan pembantu. Hape yang aku minta belum dibeliin, udah nyuruh-nyuruh aku bersihin rumah! Pokoknya, kalau Mama masih suruh-suruh, aku pergi dari rumah!”. Mendengar itu, orangtua sudah tidak mampu berkutik lagi.
Wah, hal yang seperti itulah yang tidak sepantasnya kita lakukan terhadap orangtua kita. Hukum Tuhan ke-5 mengatakan ”Hormatilah Ayah dan Ibumu...”, Efesus 6:1 juga mengatakan, ”Hai anak-anak, taatilah orangtuamu...”
Seringkali kita tidak menghormati dan tidak taat pada orangtua kita. Kita mungkin labih sering mengecewakan dan membuat mereka sedih dengan perilaku kita dan kata-kata kita.
Ingatlah selalu, bahwa orangtua adalah wakil Allah. Mereka adalah otoritas yang Tuhan letakkan diatas kita. Kitalah yang harus tunduk pada mereka, bukan mereka yang tunduk kepada kita. Karena itulah, hormatilah orangtuamu dan taatilah mereka. Doakanlah kesehatan mereka dan pekerjaan mereka. Dengan begitu, kita menghargai Allah yang telah mengirim mereka untuk kita.

Doa : Tuhan, ampuni kami yang selama ini sering mengecewakan orangtua kami. Ajar kami Tuhan untuk selalu menghormati dan mentaati mereka. Amin....

Renungan: Tidak Sendirian


Bacaan  : Matius 12:4-7
Nas         : Matius 1:23
”Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan dia Immanuel. Yang berarti: Tuhan menyertai kita”

Kamu tentu pernah mendengar lagu ”You’re not alone”, yang dinyanyikan oleh Michael Jackson. Lagu itu berisi kata-kata yang digunakan untuk menyakinkan seseorang bahwa dirinya tidak sendirian. Misalnya saja, ”That you are not alone. I am here with you. Though you’re far away. I am here to stay
Pernahkah kamu merasa sendirian? Misalnya saja, ketika sahabatmu tidak bisa pergi jalan-jalan denganmu karena kesibukan mereka, sehingga kamu terpaksa pergi jalan-jalan sendirian. Ataupun, ketika orangtuamu meninggalkanmu di rumah sendirian karena mereka harus pergi bekerja. Akhir-ahkir ini dunia berubah menjadi serba individualis, sehingga orang mudah merasa sendirian.
Tuhan menciptakan Hawa bagi Adam, agar Adam tidak merasa sendirian. Tuhan tahu betul kalu kita tidak pernah mau hidup dalam kesendirian. Tuhan tahu kita membutuhkan teman untuk berbagi, tidak seperti ciptaan Tuhan yang lain. Karena itulah, Tuhan berjanji untuk menemani kita setiap saat, agar kita tidak sendirian.
Ketika kita merasa sendirian, ingatlah selalu bahwa Tuhan selalu ada bersama-sama dengan kita. Dia siap menemani kita kapan pun kita mau. Dia siap mendengar setiap keluh kesah kita. Dia selalu siap anytime and anywhere.
Tuhan itu sahabat kita yang paling setia. Karena itulah, kita harus percaya dan yakin bahwa kita tidak sendirian. Immanuel: Tuhan beserta kita.

Doa : Tuhan, kadangkala kami merasa sangat kesepian. Terkadang kami merasa tidak ada seorang pun yang mengerti kami. Tapi sekarang kami mau percaya bahwa Engkau selalu bersama dengan kami. Amin....

Renungan : Berbohong



Bacan    : Mazmur 5
Nas         : Mazmur 5:7
“Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu.”

Berbohong adalah salah satu dosa yang acap kali dilakukan oleh orang-orang di dunia ini. Menurut beberapa orang, berbohong hanyalah dosa kecil, dan dosa yang paling mudah dilakukan.
Ketika ujian tengah berlangsung, Robi meminta jawaban kepada temannya Anton. Anton melirik kertas ujiannya yang sudah penuh terisi. Dia berfikir akan memberikan jawabannya atau tidak. Lalu, beberapa saat kemudian Anton menjawab “Maaf Rob, aku nggak tahu jawabannya.”
Mungkin Anton berhasil menyingkirkan dosa ketika Robi meminta contekan darinya, tapi justru Anton menciptakan dosa baru dengan berkata bahwa dia tidak mengetahui jawabannya.
Tuhan tidak pernah suka melihat hal tersebut. Berbohong tetaplah berbohong, apa pun alasannya. Seharusnya kita mampu menjaga lidah kita, karena tiap kata yang kita ucapkan akan kita pertanggungjawabkan nantinya.
Jika kita tidak bisa katakan tidak bisa. Jika kita tidak ingin memberikan contekkan, katakan tidak ingin. Jika kita ingin pergi ke suatu tempat katakan bahwa kita memang pergi ke tempat itu. Jangan sekali-kali mencoba berbohong!
Tuhan akan membinasakan setiap orang yang hidupnya penuh dengan kebohongan. Sekalipun kita bisa membohongi orang lain, tapi kita tidak bisa membohongi Tuhan, karena Dia mengetahui kedalaman hati kita. Mulailah hidup benar dengan menjaga perkataan kita. Biarlah tiap-tiap kata yang kita ucapkan tidak penuh dengan kebohongan.

Doa  : Tuhan, ampuni kami apabila selama ini kami hidup dalam kebohongan. Ajar kami untuk selalu berkat-kata jujur kepada siapa saja. Amin...

Sabtu, 17 Desember 2011

Renungan: Stop Bergosip



Bacan   : Yakobus 3:8-12
Nas      : Yakobus 3:8
“Tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.”

Salah satu kebiasaan yang tidak baik adalah bergosip. Banyak orang suka bergosip tetapi Allah tidak menyukai dosa lidah yang satu itu. Tidak dapat dipungkiri bahwa hampir setiap orang – mulai dari kalangan muda hingga tua – pernah  bergosip, suka bergosip, bahkan hobby bergosip. Bergosip sendiri memiliki pengertian yang berbeda dengan membicarkan! Bergosip adalah sebuah pembicaraan yang topiknya membasan seseorang namun terbatas pada hal-hal yang negatif saja, dengan tambahan bumbu-bumbu kabar miring yang sebenarnya belum tentu kebenarannya. Sementara itu, membicarakan lebih kepada percakapan yang lebih menitik beratkan pada pembahasan tentang sisi baik atau kelebihan seseorang.
Coba ingat-ingat kembali percakapanmu dengan teman-temanmu. Apakah termasuk dalam kategori bergosip atau membicarakan? Pasti lebih banyak percakapan yang bersifat gosip bukan? Secara sadar maupun tidak sadar kamu membicarakan orang lain dengan membahas sisi-sisi buruk mereka, bahkan kamu juga mengolok-olok mereka. Dengan semangat yang menggebu-gebu kamu mengabarkan bahwa si A hamil diluar nikah, si B baru saja menyogok untuk masuk ke perguruan tinggi, si C sok pintar, si D tidak pantas jadi ketua persekutuan, dsb.
Nah, kebiasaan bergosip yang seperti itulah yang harus mulai kita hilangkan dari kehidupan kita sehari-hari. Latihlah lidah kita untuk tidak mengucapkan hal-hal yang tidak baik, menyimpang, dan belum pasti kebenarannya. Karena hal tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman baik bagi diri sendiri maupun oranglain.
 Jika memang ada teman kita atau siapa saja yang berlaku negatif, janganlah kita menjadikannya bahan bergosip ketika berkumpul bersama dengan teman-teman. Tetapi tegurlah orang itu secara pribadi supaya ia menyadari kesalahannya dan memperbaiki prilakunya. Jika kita belum mengetahui kebenaran suatu berita atau informasi, janganlah kita membesar-besarkannya atau memberitakannya kesana-kemari. Tetapi carilah dahulu kebenarannya dan pastikan bahwa hal itu memang benar terjadi. Dengan begitu, kita bisa menjauh dari dosa bergosip!

Rabu, 14 Desember 2011

Renungan: From Zero to Hero or From Hero to Zero?


“Tuhan akan mengangkat Engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN...”
(Ulangan 28:13)

            “Hidup itu seperti sebuah roda, kadang berada di bawah kadang berada di atas”. Begitulah pepatah lama dunia mengatakan. Dalam Alkitab peristiwa seperti ini sering sekali terjadi. Banyak tokoh-tokoh Alkitab yang berangkat dari HERO menuju ZERO, namun ada juga dari ZERO yang melesat menuju HERO.
            Orang-orang yang melangkah dari HERO menuju ZERO diantaranya adalah Saul. Saul dulunya adalah seorang raja yang sangat berkuasa, dia adalah raja pertama di Israel. Semua orang memuja dan begitu mengagungkannya. Istimewanya Saul bahkan mendapatkan kepercayaan dari Tuhan 100%.
Tapi sayang, di akhir hidupnya Tuhan mencopot semuanya itu daripadanya, karena dia tidak mau mendengarkan perintah Tuhan dan hidup semaunya. Dia memulai hidupnya dalam Tuhan dan menjadi seorang super HERO bagi sesamanya. Namun kemudian di akhir hidupnya dia kalah oleh iblis dan turun peringkat menjadi ZERO.
Kebalikan dari Saul adalah Zakheus. Kita semua tentu tahu bahwa Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang dibenci oleh semua orang, karena dia merampas milik orang lain. Dia cuma seorang sampah masyarakat yang nilainya ZERO! Tapi kemudian, dia mengambil langkah besar untuk menerima Yesus dalam hatiNya dan melakukan perintah Tuhan. Dia membagikan semua hartanya bagi orang-orang yang tidak mampu. Dia menjadi HERO bagi sesamanya!
Tuhan telah menjanjikan sesuatu bagi kita! Yaitu bahwa dia akan mengangkat kita menjadi kepala dan bukan ekor! Dia janji akan mengangkat kita menjadi HERO bagi sesama kita. Namun pengangkatan itu ada syaratnya. Kita harus mau mendengarkan, melakukan, dan mentaati perintah Tuhan.
It’s so simple guys!!! Sekarang pilihannya ada di kamu. Mau jadi seperti Saul atau Zakheus? Mau dari ZERO to HERO atau HERO to ZERO?!! Ingat satu hal kalau kamu mau menjadi HERO, dengar dan lakukan perintah Tuhan!